Sejarah Yayasan Al Mu’minin

Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatu…

Dear netter yang dirahmati Allah…

Takdir Allah jualah yang memungkinkan semua peristiwa terjadi. Ketika melihat fenomena yang ada di sebagian masyarakat, karena hidayah, rahmat, karunia dan pertolongan Allah-lah yang menentukan berdirinya Yayasan Al Mu’minin hadir di tengah-tengah warga Desa Sindang Rasa, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis.

Bermula dari keprihatinan seorang ibu pensiunan PNS di Ciamis akan ketidakmampuan sebagian ibu-ibu membaca dan menulis Al Qur’an, yang diketahui secara tidak sengaja pada acara arisan ibu-ibu RT 03 RW XI, muncul ide untuk membuat forum pengajian, dengan target utama supaya mereka mampu membaca dan menulis Al Qur’an.

Dengan bantuan seorang ustadzah, Ustadzah ‘Ai, hari demi hari, pekan demi pekan, kegiatan pengajian tersebut dapat terlaksana di ruangan bekas garasi yang disulap menjadi ruang kelas ala kadarnya…

Atas izin Allah, makin lama peserta pengajian semakin banyak. Sebagian membawa serta anak-anaknya.

Secara naluriah keibuan, muncul pertanyaan, “Sep, teu sakola?” (Nak, tidak sekolah?) yang kemudian berkembang menjadi pertanyaan-pertanyaan dan ide-ide untuk mengumpulkan mereka dalam satu kegiatan belajar sambil menemani ibu-ibu mereka belajar.

Dengan tertatih-tatih, akhirnya sekolah berkembang sehingga sampai saat ini tenaga pengajar terdiri dari 1 orang Kepala Sekolah dan 3 orang pengajar. Adapun siswa terbagi menjadi kelompok umur TK dan kelompok umur SD…

(bersambung…)

4 Responses

  1. dian ….Semoga Allah menjadikan kita termasuk di antara orang-orang yang menyaksikan (syuhud)dan dia antara orang-orang yang rindu dan senang dengan berkat Nabi Muhammad SAW ….amin

  2. Amin, hatur nuhun Kang Iwan…

  3. euleuh..geuningan di sindang rasa ge seuer nu teu acan tiasa ngaosibu2na?.
    .duh..manawi teh..
    ngiring bingah atuh parantos ngentaskeun buta Al-Qur’an..mudah2an lancar..salajengna..

  4. hmmm…. tentunya tidak banyak kalau dibandingkan jumlah penduduk keseluruhan, tapi, untuk kondisi seperti ini, more than 1 are too many…
    kitu manawi…
    amin, nuhun doana

Leave a Reply